Uji Kompetensi Keahlian (UKK) di SMK Ma’arif 1 Nanggulan, Bukti Siswa Siap Terjun di Dunia Kerja

Telah berlangsung selama satu pekan, SMK Ma’arif 1 Nanggulan menggelar Uji Kompetensi Keahlian (UKK) yang diikuti oleh seluruh peserta didik kelas XII. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi peserta didik untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah mereka pelajari selama tiga tahun di sekolah.

Peserta UKK Teknik Otomotif sedang Melakukan Spooring pada Kendaraan

UKK ini melibatkan dua kompetensi keahlian yang ada, yaitu Teknik Otomotif serta Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT). Materi ujian untuk siswa Teknik Otomotif meliputi engine, chasis rem, chasis kemudi, chasis suspensi, chasis roda, SOP, alat ukur, dan K3. Sementara itu, siswa TJKT diuji dalam pengkabelan serta troubleshooting layanan jaringan pada jaringan client-server.

Pengujian dilakukan oleh penguji internal, yang merupakan para guru di SMK Ma’arif 1 Nanggulan, serta penguji eksternal yang berasal dari dunia industri. Hal ini bertujuan untuk memberikan penilaian yang lebih holistik dan realistis terhadap kemampuan siswa, sekaligus menghubungkan antara teori yang dipelajari di sekolah dengan praktik yang diterapkan di lapangan kerja.

Peserta UKK TJKT sedang Diuji oleh Penguji Eksternal

Proses ujian berlangsung di bengkel otomotif dan laboratorium jaringan komputer yang telah disiapkan dan diverifikasi oleh Tim Verifikator. Verifikasi ini memastikan bahwa fasilitas dan peralatan yang digunakan dalam ujian memenuhi standar yang ditetapkan, sehingga proses pengujian dapat berlangsung dengan lancar dan adil bagi semua siswa.

Salah satu siswa kelas XII TJKT, Amin Mufadhol, mengungkapkan bahwa meskipun ujian ini menantang, namun tidak terlalu sulit baginya karena sudah terbiasa dan terlatih dalam proses pembelajaran sebelumnya. Pernyataannya mencerminkan pentingnya kesiapan dan ketekunan siswa dalam menghadapi UKK.

Peserta UKK TJKT sedang Melaksanakan Ujian

Nurhasim, S.T., selaku Kepala Program Keahlian Teknik Otomotif, menyoroti pentingnya kegiatan ujian ini dalam mengevaluasi sejauh mana siswa mampu mengaplikasikan pembelajaran yang telah dilalui selama tiga tahun. “Harapan kami, anak-anak memiliki bekal yang cukup sebelum nantinya akan terjun ke dunia kerja,” ujarnya.

Suasana UKK di Bengkel Teknik Otomotif

Setelah menyelesaikan UKK, peserta didik kelas XII masih harus menempuh Ujian Sekolah sebelum akhirnya menerima hasil kelulusan. Ini merupakan tahap penentuan akhir bagi para siswa sebelum mereka melangkah ke jenjang berikutnya, baik itu pendidikan lanjutan atau langsung terjun ke dunia kerja. SMK Ma’arif 1 Nanggulan berkomitmen untuk terus memberikan pendidikan berkualitas yang sesuai dengan tuntutan industri saat ini, sehingga siswanya siap bersaing dan berkontribusi dalam dunia kerja yang semakin kompleks.

Pengajian Isra Mi’raj Meriah di SMK Maarif 1 Nanggulan: Momentum Pengingat Peristiwa Turunnya Perintah Sholat

Suasana kebersamaan dan keimanan begitu kental terasa di SMK Maarif 1 Nanggulan pada hari Selasa, 13 Februari 2024, saat sekolah ini menggelar acara pengajian Isra Mi’raj. Acara yang dihadiri oleh siswa dan guru ini berlangsung khidmat di halaman sekolah.

Suasana Pengajian Isra’ Mi’raj di Halaman Sekolah

Acara dimulai dengan pembukaan yang dipimpin oleh Muhammad Ridho Nurfadillah (X TJKT) dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Syaifur Nur Wahid (X TO 1). Sambutan disampaikan oleh kepala sekolah, Bapak Sarwidi, S.Pd., M.Pd, yang memberikan sambutan hangat kepada seluruh peserta yang hadir. Kemudian, dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Ginanjar Daffa dari kelas X TO 1.

Sambutan dari kepala sekolah menjadi momen yang sangat dinantikan dalam acara tersebut. Dalam sambutannya, Bapak Sarwidi mengungkapkan pentingnya momen Isra Mi’raj sebagai peristiwa yang memperkuat keimanan umat Muslim. Beliau juga menyampaikan apresiasinya terhadap partisipasi aktif siswa-siswi dalam menyelenggarakan acara tersebut.

“Acara ini dapat menjadi momentum bagi peserta didik untuk menampilkan hasil pembelajaran di kelas. Semoga acara ini dapat menjadi momen yang membawa berkah bagi kita semua, dan semoga kita semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” ujar Bapak Sarwidi.

Bapak dan Ibu Guru saat Mengikuti Pengajian

Mauidhoh hasanah yang menjadi bagian inti dari acara ini disampaikan oleh pengasuh Pondok Pesantren Al Miftah Kauman, Bapak Muhammad Ma’ruf Masduki, S.Fil.I. Dalam ceramahnya, beliau mengingatkan seluruh peserta tentang peristiwa Isra Mi’raj yang menjadi awal diperintahkannya sholat bagi umat Muslim. Ceramah ini menggugah kesadaran akan pentingnya menjalankan perintah Allah SWT dan mengingatkan akan pentingnya sholat sebagai kewajiban umat Muslim.

“Kita patut bersyukur atas anugerah yang Allah berikan kepada kita dengan diwajibkannya sholat, yang diawali dengan peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Marilah kita jaga dan pelihara ibadah sholat sebagai wujud ketaatan kita kepada-Nya. Tatanen sholatmu, insya Allah Gusti Allah sing bakal nata uripmu,” ucap Muhammad Ma’ruf Masduki, S.Fil.I dalam ceramahnya.

Bapak Muhammad Ma’ruf Masduki, S.Fil.I

Acara kemudian diakhiri dengan kegiatan nuker nuk yang diikuti dengan antusiasme oleh siswa dan guru. Setiap peserta membawa nuk yang kemudian ditukarkan dengan milik temannya, sehingga terjalinlah hubungan kebersamaan dan solidaritas di antara mereka. Tidak lupa, acara ditutup dengan makan bersama di halaman sekolah, di mana suasana kekeluargaan semakin terasa. Seluruh siswa dan guru menikmati hidangan yang disediakan.

Suasana Makan Bersama di Halaman Sekolah

Dengan terselenggaranya acara pengajian Isra Mi’raj ini, diharapkan semangat kebersamaan, keikhlasan, dan kekompakan dalam menjalankan ajaran Islam dapat semakin meningkat di kalangan siswa, guru, dan seluruh komponen di SMK Maarif 1 Nanggulan.

Civitas Akademika SMK Maarif 1 Nanggulan Tampil Memukau dengan Pakaian Adat Gagrak Ngayogyakarta pada Hari Kamis Pon

Pada hari Kamis Pon (1/2), seluruh civitas akademika SMK Maarif 1 Nanggulan secara perdana mengenakan pakaian adat Gagrak Ngayogyakarta. Bapak Ibu Guru dan Karyawan serta siswa dan siswi kompak mengenakan setelan sorjan lurik dan kebaya beserta jarik saat melaksanakan proses pembelajaran di dalam kelas.

Kegiatan tersebut diinisiasi sebagai bagian dari program Pendidikan Berbasis Budaya, yang bertujuan untuk memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia. Dengan memakai pakaian adat Gagrak Ngayogyakarta, seluruh civitas akademika berharap dapat menjadi pelopor dalam melestarikan warisan budaya yang begitu berharga.

Siswa-siswi SMK Ma’arif 1 Nanggulan Mengenakan Pakaian Adat Yogyakarta

Guru Bahasa Jawa SMK Maarif 1 Nanggulan, Bapak Nanang Febrianto, S.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya sebagai upaya untuk mengenalkan kebudayaan Jawa kepada siswa, tetapi juga sebagai sarana untuk membangkitkan rasa cinta terhadap budaya lokal. “Kami ingin menciptakan suasana belajar yang tidak hanya berfokus pada aspek akademis, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk menghargai dan mencintai kekayaan budaya Indonesia, khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta” ujarnya.

Penggunaan pakaian adat Gagrak Ngayogyakarta pada hari Kamis Pon ini merupakan instruksi dari Pemerintah Daerah DIY yang mengganti ketentuan penggunaan pakaian adat Yogyakarta yang semula digunakan pada hari Kamis Pahing menjadi Kamis Pon. Hal ini dilakukan sebagai bentuk mengingat, memperingati, dan menyosialisasikan Hari Jadi DIY.

Peringatan Hari Lahir Ke-101 Nahdlatul Ulama

SMK Maarif 1 Nanggulan memperingati Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) ke-101 pada hari Rabu, 31 Januari 2024 dengan acara yang sederhana namun khidmat. Acara tersebut diadakan di halaman sekolah dan diikuti oleh guru dan siswa kelas X, XI serta XII.

Suasana Peringatan Hari Lahir Ke-101 NU di Halaman SMK Ma’arif 1 Nanggulan

Peringatan Hari Lahir NU tahun ini di SMK Maarif 1 Nanggulan dilakukan melalui acara mujahadah bersama, yang memberikan sentuhan spiritual dan mengajak semua peserta untuk merenung, berintrospeksi, serta meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.

Acara dibuka dengan sambutan dari kepala sekolah, Bapak Sarwidi, S.Pd., M.Pd , yang menyampaikan pentingnya peringatan Hari Lahir NU sebagai momen refleksi dan inspirasi bagi generasi muda. Beliau juga mengajak seluruh peserta untuk menjaga dan meneruskan nilai-nilai kebangsaan serta ajaran agama Islam yang diwariskan oleh NU.

Sambutan dari Bapak Kepala Sarwidi, S.Pd., M.Pd

Puncak acara mujahadah bersama dilaksanakan dalam bentuk doa bersama yang dipimpin oleh Bapak KH Achmad Dainuri Noor. Doa tersebut melibatkan semua peserta untuk bersama-sama memohon ridha dan berkah dari Allah SWT, serta memohon agar NU terus menjadi wahana pembinaan karakter dan spiritual masyarakat.

Bapak KH. Achmad Dainuri Noor

Acara peringatan Hari Lahir NU ini diharapkan dapat menjadi momentum yang memperkuat ikatan keislaman dan kebangsaan di kalangan siswa serta seluruh warga sekolah. Dengan semangat mujahadah bersama, diharapkan generasi muda dapat terus mengembangkan nilai-nilai keimanan, toleransi, dan gotong-royong untuk mewujudkan masyarakat yang berdikari dan berdaya.

Hari Santri Nasional 2023: Peringatan Penting untuk Pengembangan Pendidikan Islam di Indonesia

 

logo hari santri 2023

Hari Santri Nasional, yang jatuh pada tanggal 22 Oktober, merupakan momen penting dalam kalender Indonesia yang dirayakan dengan semangat dan kebanggaan. Hari ini menjadi peringatan atas peran penting santri (murid-murid pesantren atau sekolah agama Islam) dalam membentuk identitas dan pendidikan agama Islam di Indonesia. Di tahun 2023, Hari Santri Nasional tetap memainkan peran sentral dalam merayakan kekayaan budaya dan spiritualitas Indonesia.

Sejarah Hari Santri Nasional:

Hari Santri Nasional pertama kali dideklarasikan oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo, pada tahun 2015. Tanggal 22 Oktober dipilih untuk memperingati peran dan kontribusi santri dalam perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia dan mempertahankan nilai-nilai Islam dalam masyarakat. Dengan mendeklarasikan Hari Santri Nasional, pemerintah Indonesia mengakui dan memberikan penghargaan atas peran penting yang dimainkan oleh santri dalam sejarah bangsa.

Peran Santri dalam Pendidikan Islam:

Santri adalah para pelajar yang menjalani pendidikan Islam di pesantren atau lembaga pendidikan agama Islam. Mereka belajar tentang Al-Quran, hadis, fiqh, aqidah, dan berbagai aspek agama Islam lainnya. Santri juga belajar tentang ilmu-ilmu dunia modern untuk memberikan kontribusi yang lebih luas kepada masyarakat.

Peran santri dalam pengembangan pendidikan Islam di Indonesia tidak dapat diabaikan. Mereka adalah pilar utama dalam mempertahankan tradisi keagamaan dan kebudayaan Islam di tengah beragamnya masyarakat Indonesia. Pesantren, sebagai lembaga pendidikan tradisional, telah memainkan peran penting dalam membentuk karakter dan moral para santri.

Peringatan Hari Santri Nasional 2023:

Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini mencerminkan pentingnya peran santri dalam pengembangan pendidikan Islam dan memelihara nilai-nilai keagamaan di Indonesia. Berbagai kegiatan dan acara diadakan di seluruh negeri untuk merayakan hari ini. Beberapa kegiatan tersebut termasuk:

 

    1. Diskusi Agama dan Seminar: Santri dan ulama mengadakan diskusi dan seminar tentang isu-isu keagamaan dan sosial yang relevan. Ini adalah kesempatan untuk meningkatkan pemahaman agama dan keterampilan santri.

    1. Pawai Santri: Di beberapa daerah, pawai santri diadakan dengan pakaian tradisional dan membawa atribut agama. Pawai ini adalah ekspresi kebanggaan atas identitas santri.

    1. Kegiatan Sosial: Sebagai bentuk pemberian kembali kepada masyarakat, santri seringkali mengadakan kegiatan sosial seperti pemberian makanan gratis, bantuan kesehatan, dan program amal lainnya.

Pentingnya Pendidikan Agama Islam:

Pendidikan agama Islam di Indonesia tidak hanya tentang pembelajaran teks-teks agama, tetapi juga tentang pembentukan karakter dan moral yang kuat. Melalui pesantren dan lembaga pendidikan Islam lainnya, santri diberikan pendidikan holistik yang menggabungkan agama, moral, dan ilmu pengetahuan. Ini membantu membangun individu yang bertanggung jawab, peduli terhadap sesama, dan berkontribusi positif dalam masyarakat.

 

 

Hari Santri Nasional adalah momen penting untuk menghargai peran dan kontribusi santri dalam pengembangan pendidikan Islam dan pemeliharaan nilai-nilai agama di Indonesia. Di tahun 2023, peringatan Hari Santri Nasional mencerminkan kebanggaan dan semangat yang tinggi dalam mempertahankan warisan agama dan budaya yang kaya di Indonesia. Santri adalah garda terdepan dalam melestarikan tradisi agama Islam dan menjadi agen perubahan positif dalam masyarakat.

Meneladani Sikap Nabi Muhammad SAW melalui Peringatan Maulid Nabi

Peserta Didik Didampingi Orang Tua dalam Peringatan Maulid Nabi

Dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, SMK Ma’arif 1 Nanggulan menyelenggarakan kegiatan Pengajian Peningkatan Keimanan, Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Budi Pekerti dan Akhlak mulia. Acara ini diselenggarakan di halaman sekolah pada hari Kamis, 5 Oktober 2023. Tidak hanya menghadirkan peserta didik kelas X dan XI, pada kesempatan ini turut diundang pula orang tua/ wali peserta didik. Selain itu, Bapak dan Ibu pendiri SMK Ma’arif 1 Nanggulan juga turut hadir.

Acara pengajian ini diisi dengan mujahadah tahlil dan sholawat al-barzanzi yang merupakan kitab maulid yang biasa dilantunkan saat peringatan Maulid Nabi. Dilantunkan pula syair puji-pujian yang diiringi oleh tim hadroh dari Mejing, Banjararum, Kulon Progo.

Tim Hadroh Musahabatul Qolbi

Salah satu hal yang menarik dalam acara ini adalah mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh Ustadz Miftakhul Khoir atau yang lebih akrab disapa “CakCoy” oleh masyarakat. Dalam ceramahnya, beliau menggambarkan kehidupan yang dijalani oleh Nabi Muhammad SAW, nilai-nilai yang Nabi Muhammad ajarkan kepada umatnya dan pentingnya menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Seluruh jama’ah yang hadir sangat terkesan dengan ceramah yang beliau sampaikan.

Ustadz Miftakhul Khoir “Cak Coy” saat Memberikan Mauidhoh Hasanah

Peringatan Maulid Nabi di SMK Ma’arif 1 Nanggulan tak hanya menjadi seremoni keagamaan saja, akan tetapi juga menjadi momen pertemuan antara sekolah, peserta didik dan orang tua untuk dapat menjalin komunikasi yang baik agar terwujudnya sifat yang bermanfaat bagi sesama manusia dan selalu berpegang teguh pada nilai-nilai luhur seperti ajaran Nabi Muhammad SAW. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala selalu memberkahi kita semua. (Han)

Kunjungan Industri SMK Ma’arif 1 Nanggulan ke CV. Karoseri Laksana dan Gamelab

Sebanyak 73 siswa dan siswi kelas XI SMK Ma’arif 1 Nanggulan melakukan kegiatan Kunjungan Industri pada Selasa, 23 Mei 2023 di Semarang dan Salatiga. Industri yang dituju untuk program keahlian Teknik Otomotif (TO) adalah CV Karoseri Laksana yang beralamat di Bergas, Kabupaten Semarang. Sementara itu program keahlian Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) menuju PT. Educa Sisfomedia Indonesia (Gamelab) di Salatiga.

Proses pembuatan body bus (sumber : ulasan Google)

Siswa-siswi TO dapat melihat secara langsung proses produksi bus, mulai dari pembuatan chasis, pendempulan, pengecatan, hingga pemasangan interior dan eksterior. Putra Bakti Topani, salah satu siswa TO mengatakan bahwa ia sangat senang dengan adanya kegiatan Kunjungan Industri ini karena dapat mengenal dunia industri secara nyata serta mendapatkan pengalaman belajar di luar kelas yang menyenangkan. Sedangkan siswa-siswi TJKT mendapatkan pengetahuan tentang dunia industri digital dan diberi kesempatan untuk mencoba permainan menggunakan teknologi Virtual Reality (VR).

Uji Coba Permainan dengan Virtual Reality (sumber: dokumen pribadi)

Kegiatan ini juga merupakan rangkaian dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang bertema Kebekerjaan. Siswa diharapkan dapat menggali informasi sebanyak-banyaknya mengenai budaya kerja pada industri yang dituju. “Melalui kegiatan ini, peserta didik dan tenaga pendidik bisa merasakan secara langsung aktivitas yang ada di dunia kerja, hal ini juga dapat meningkatkan hubungan kerjasama antara pihak industri dengan sekolah”, ujar Erika Yoga Sari, S.Pd selaku koordinator P5 di SMK Ma’arif 1 Nanggulan. (han)

Gandeng Kemenag Kulon Progo Adakan Bimbingan Remaja Usia Sekolah

Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo melaksanakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) kepada siswa-siswa SMK Ma’arif 1 Nanggulan, Kamis (2/3). Kegiatan ini berlangsung atas kerja sama antara Kemenag Kulon Progo dengan SMK Ma’arif 1 Nanggulan dalam rangka membahas permasalahan yang kerap terjadi dalam pergaulan remaja.

Ice Breaking sebelum kegiatan dimulai.

Bertempat di aula SMK dan kelas produktif TKR, hadir dalam kesempatan tersebut bapak Subandi, S.Pd.I, M.Si dan bapak Mukhlisin Purnomo, S.Th.I, M.Pd.I bersama segenap tim dari Kemenag Kulon Progo. Sebagai sasaran pembinaan ini adalah siswa-siswa kelas XII yang dibagi ke dalam 2 kelas. Dipilihnya kelas XII karena pada usia inilah dianggap paling banyak terjadi berbagai isu dan permasalahan khas pergaulan remaja.

Diskusi kelompok membahas isu pergaulan remaja.

Kegiatan BRUS dimulai dengan beberapa permainan ice breaking untuk mencairkan suasana, dilanjutkan dengan diskusi kelompok membahas isu-isu dan permasalahan pergaulan remaja. Hasil dari kegiatan tersebut akan dievaluasi untuk kemudian dilaporkan kepada Kanwil Kemenag Provinsi DIY.

Gandeng Charity Vision Indonesia, Gelar Bakti Sosial Pemeriksaan Mata Gratis

Sebanyak lebih kurang 40 orang mengikuti kegiatan bakti sosial pemeriksaan mata gratis dan kacamata bersubsidi di SMK Ma’arif 1 Nanggulan, (23/9). Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara LP Ma’arif NU DIY dengan Yayasan Amal Charity Vision Indonesia.

Hadir dalam kesempatan tersebut donatur Charity Vision International, Mr. Todd Sibley dari Utah,  Amerika Serikat, Chairman Charity Vision Indonesia, Subandriyo, BBA., SH., M.Pd bersama manajer operasional, Diana Mongan.

Antusias masyarakat periksa mata di SMK Ma’arif 1 Nanggulan

Bakti sosial ini sendiri adalah salah satu program dari Charity Vision Indonesia yang disebut dengan Sight Buddies. Sight Buddies ini ditujukan untuk para pelajar agar memudahkan mereka yang mempunyai kekurangan dalam penglihatan, first see then learn, demikian tagline mereka.

Charity Vision Indoesia mempunyai visi untuk menjadi pelopor dalam usaha memulihkan penglihatan pada kelompok-kelompok marginal. Mr. Todd Sibley, donatur Charity Vision dari Utah, menyebutkan bahwa sebab didirikannya yayasan amal ini adalah untuk membantu orang-orang yang kurang mampu secara finansial untuk memeriksakan mata sekaligus mendapatkan kacamata dengan harga terjangkau, karena setiap orang berkesempatan untuk bisa melihat dengan normal, “Because everyone deserve to see.”, demikian kata Mr. Todd Sibley.

Diskusi bersama Mr. Todd Sibley

Kegiatan ini berlangsung di ruang pertemuan SMK Ma’arif 1 Nanggulan dimana seluruh peserta baksos menunggu panggilan petugas dengan tertib. Setelah diperiksa dengan autorefractor, peserta akan di tes penglihatannya untuk kemudian diberi resep kacamata yang sesuai. Peserta baksos juga boleh memilih frame yang sesuai dengan selera masing-masing.

Dalami Kurikulum Merdeka, SMK Ma’arif 1 Nanggulan Adakan In House Training

iht kurimkulum merdeka smk maarif 1 nanggulan ruang pertemuan baju keki banner acara

SMK Ma’arif 1 Nanggulan mengadakan In House Training (IHT) Implementasi Kurikulum Merdeka sebagai tindak lanjut program SMK Pusat Keunggulan Skema Lanjutan. Kegiatan ini diselenggarakan selama 10 hari mulai tanggal 29 Agustus hingga 9 September 2022. Peserta IHT yaitu seluruh tenaga pendidik di SMK Ma’arif 1 Nanggulan.

IHT ini bertujuan untuk memberikan bekal dan pendalaman kurikulum merdeka kepada bapak/ibu guru baik mengenai dasar pelaksanaan kurikulum merdeka, perangkat ajar, maupun desain assessment. Hal inilah yang disampaikan oleh Kepala Sekolah SMK Ma’arif 1 Nanggulan dalam sambutannya, “Maksud dan tujuan diadakannya IHT ini agar bapak ibu guru dapat memahami bagaimana pelaksanaan kurikulum merdeka sehingga dalam pelaksanaan pembelajaran makna dan maksud daripada kurikulum merdeka dapat terwujud.”, demikian kata Sarwidi, S.Pd.,M.Pd

Peserta training mengerjakan tugas dari instruktur

Kegiatan ini menghadirkan beberapa narasumber dari BBPPMPV Seni dan Budaya, Balai Dikmen Kulon Progo, serta pengawas Pembina SMK Ma’arif 1 Nanggulan. Adapun rangkaian kegiatan In House Training (IHT) sebagai berikut:

  1. Orientasi Program Sekolah, Pelaksanaan IHT dan Refleksi Kurikulum Merdeka oleh Rudi Prakanto S.Pd.,M.Eng (Balai Dikmen Kulon Progo) dan Sito Mardowo, S.Sn., M.Pd (BBPPMPV Seni dan Budaya). (29/8)
  2. Pembelajaran Mandiri Micro Learning oleh Sito Mardowo, S.Sn.,M.Pd (BBPPMPV Seni dan Budaya). (30/8)
  3. Pemahaman Capaian Pembelajaran oleh Sito Mardowo, S.Sn.,M.Pd (BBPPMPV Seni dan Budaya). (31/8)
  4. Penyusunan KOS Bag 1. Analisis karakteristik Satuan Pendidikan, Visi, Misi dan Tujuan Satuan Pendidikan oleh Dwi Yunanto, S.Pd., M.Pd (BBPPMPV Seni dan Budaya) dan Drs. A. A Djawahir, M.Pd (Pengawas Pembina). (1/9)
  5. Penyusunan Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) oleh Dwi Yunanto, S.Pd., M.Pd (BBPPMPV Seni dan Budaya). (2/9)
  6. Penyusunan Modul Ajar oleh Dwi Yunanto, S.Pd., M.Pd (BBPPMPV Seni dan Budaya). (5/9)
  7. Perencanaan Proyek Penguatan Pelajar Pancasila oleh Cahya Yuana, S.Sos., M.Pd (BBPPMPV Seni dan Budaya). (6/9)
  8. Penyusunan KOS Bag 2. Pengorganisasian Pembelajaran di Satuan Pendidikan oleh Dwi Yunanto, S.Pd., M.Pd (BBPPMPV Seni dan Budaya). (7/9)
  9. Perencanaan Berbasis Data oleh Dwi Yunanto, S.Pd., M.Pd (BBPPMPV Seni dan Budaya). (8/9)
  10. Pengenalan platform Teknologi Prioritas oleh Dwi Yunanto, S.Pd., M.Pd (BBPPMPV Seni dan Budaya) dan Drs. A. A Djawahir, M.Pd (Pengawas Pembina). (9/9)
Sito Mardowo, S.Sn., M.Pd

Tujuan pemerintah dalam penerapan kurikulum merdeka ini hanya hanya mengatur prinsip pembelajaran saja, selebihnya nsekolah diberikan kebebasan dalam menentukan model, metode, dan teknik pelaksanaannya. Guru diberikan bekal Capaian Pembelajaran (CP) sebagai pedoman batas minimum kompetensi yang dicapai oleh siswa dalam proses pembelajaran, selebihnya guru dapat memodifikasi proses pembelajaran dengan kreatif dan inovatif. Kunci daripada kurikulum merdeka adalah menekankan softskill dan hardskill, upskilling dan reskilling siswa.

“Pembelajaran yang diinginkan adalah pelajaran yang melekat, bernilai, dan bisa diterapkan dalam kehidupan siswa. Prinsip dalam menyusun tujuan pembelajaran menggunakan pendekatan konstruktivisme dengan mengacu pada 6 facets of understanding yaitu explanation, interpretation, application, perspective, empathy, dan self-knowledge.” Jelas Sito